Posts tagged ‘sajak’

Rayuan sebelum tidur

Segelap-gelapnya kulitmu, tetap bersinar di hati

Segemuk-gemuknya badanmu, tetap muat di hati

Sejelek-jeleknya rupamu, tetap masih bisa “sleeping beauty” kan…. 😛      #GoodNight

Advertisements

saya suka

Assalamualaikum..

berikut ini adalah sajak-sajak yang saya ambil dari tweets nya @aanmansyur (Aan Mansyur) di twitter. Saya tulis dan kumpulkan disini, semoga kamu suka 🙂

***

Saya suka bulan, maukah kau jadi madu?

Saya suka gula pasir, seperti kau: mudah larut, putih, dan manis

Saya suka pensil. Punya penghapus seperti kamu. Saya tak perlu takut salah

Saya suka belai-belai uban. Belai-belai tanganmu di kepalaku

Saya suka tomat ranum. Pipimu. Kau malu malu mau

Saya suka sisa hujan di kelopak bunga. Kau sehabis mandi

Saya suka payung anak-anak. Kita berdua lebih hangat di bawah hujan

Saya suka lampu jalan mati. Kita saling menuntun pulang

Saya suka tipis bulan sabit. Senyum terbaik kedua setelah senyummu

Saya suka warna kuning. Selalu ingat suara kamu di telpon. “Sudah sikat gigi, sayang?”

Saya suka sweater hadiah nenekku. Sehangat lingkar lenganmu

Saya suka huruf O. Cincin kawin. Mana jari manismu?

Saya suka suara kendaraan dari kejauhan. Kau yang pulang?

Saya suka matahari sehabis hujan sore. Matamu mata haru

Saya suka melupakan banyak hal. Alasan menelpon kamu

Saya suka berada di kerumunan orang. Saya suka tiba-tiba tertangkap aroma parfum kamu

Saya suka masjid tanpa pengeras suara. Ada telingan di dadaku

Saya suka sendiri. Saya bisa berdua dengan kamu sepuasnya

Saya suka menangis. Saya bisa membuat hujan sendiri

Saya suka sepasang matamu separuh terpejam. Dari situ, sayang, saya masuk setiap malam

Saya suka rapuh tangkai kembang. Rindu, aduh, memijat tungkai kamu, sayang

Saya suka diam-diam berdoa. Kau tak mampu menolaknya

Saya suka celengan ibuku. Kalau sudah besar, saya mau melamarmu

Saya suka sumur. Seperti cintaku kepadamu: dalam dan tak bisa dipindahkan

*kutuliskan sajak Saya Suka ini, sebagai pelarianku yang tak mampu berterus terang kalau Saya Suka Kamu, wahai gadis yang kurindu.

untukmu…

kurebahkan badan yang letih ini

setelah berjuang di tengah dempetan orang-orang di kereta tadi

pikiranku langsung teringat pada waktu yang terasa singkat pada hari ini

rasanya tak cukup tuk mengobati rindu ini

tapi tidak bisa dipungkiri

senangnya rasa hati

bahagianya bertemu denganmu, melihat wajahmu kembali

wahai orang yang friendly dan baik hati

entah kapan ku bertemu denganmu lagi

ini training terakhir yang kuikuti di tahun akademik ini

mungkin dari sekarang dan nanti

akan terus kukirimkan rinduku ini

dan ku berharap akan sampai padamu, di hatimu, wahai orang yang menginspirasi

Bogor, 31 Juli 2010