Ketika di dunia perpolitikan Indonesia terdapat adanya istilah golden triangle, begitu juga dengan permasalahan dunia termasuk bangsa Indonesia yaitu adanya trade off antara tiga aspek, yang bisa juga disebut dengan golden triangle, karena ketiga hal tersebut benar-benar “segitiga emas”, artinya hal yang krusial yang harus dipenuhi tanpa ada yang termajinalkan. Ketiga hal tersebut adalah pangan (food), energy (energy), dan lingkungan (environment). Namun permasalahannya adalah terdapatnya trade off antara ketiga hal di atas. Ketika biasanya hanya sering terjadi trade off antara dua komponen, namun sekarang sudah mencakup tiga komponen.

Adanya isu ketahanan pangan menyebabkan setiap negara berupaya untuk melakukan kebijakan  untuk mencukupi kebutuhan pangan masing-masing negaranya. Namun bagi negara berkembang,  karena kurangnya teknologi dan sumberdaya manusia yang berkualitas dibanding negara maju, terkadang kebijakan yang dilakukan tidak ramah lingkungan seperti mengkonversi hutan menjadi lahan pertanian. Di sisi lain, terutama di negara maju, komoditas yang seharusnya digunakan untuk bahan pangan, malah di konversi untuk bahan energi, terutama seperti kelapa sawit (CPO) dan jagung.

Oleh karena itu , konsep pembangunan yang baik dan berkelanjutan harus memerhatikan ketiga aspek tersebut, tanpa ada yang termajinalkan. Karena kesejahteraan itu tidak hanya dari satu aspek dan satu waktu tertentu saja, tapi dari banyak aspek dan juga harus bisa diwariskan ke anak cucu.

Advertisements