Rayuan sebelum tidur

Segelap-gelapnya kulitmu, tetap bersinar di hati

Segemuk-gemuknya badanmu, tetap muat di hati

Sejelek-jeleknya rupamu, tetap masih bisa “sleeping beauty” kan…. 😛      #GoodNight

Show Up and Let Go

Sebuah sajak oleh Mastin Kipp,

***

I do not know if we will meet again

but what I do know

is that I trust in love’s timing

I’ve learned not to chase you

but to chase my self

The yearning I had to be with you

was truly yearning to be with my authentic self

And in finding myself

I now know what I have to do is show up and let go

Show up for my own heart and let in everything that matches

It’s vibration

and let go of everything else

There is no use trying to hold onto a poison

because I am afraid of going thirsty

I’ve had one too many sips of that drink labeled “I’m not enough”

I’d rather go thirsty in the desert because my heart has asked me to

Than it’s that request one more time

But what I’ve found is that once I let go of the poisonous drink

Of low self worth and listened to my heart

I did not go thirsty

Not because I found another poison to drink

No, but because following my heart

was all I need to quench my thirst

saya suka

Assalamualaikum..

berikut ini adalah sajak-sajak yang saya ambil dari tweets nya @aanmansyur (Aan Mansyur) di twitter. Saya tulis dan kumpulkan disini, semoga kamu suka 🙂

***

Saya suka bulan, maukah kau jadi madu?

Saya suka gula pasir, seperti kau: mudah larut, putih, dan manis

Saya suka pensil. Punya penghapus seperti kamu. Saya tak perlu takut salah

Saya suka belai-belai uban. Belai-belai tanganmu di kepalaku

Saya suka tomat ranum. Pipimu. Kau malu malu mau

Saya suka sisa hujan di kelopak bunga. Kau sehabis mandi

Saya suka payung anak-anak. Kita berdua lebih hangat di bawah hujan

Saya suka lampu jalan mati. Kita saling menuntun pulang

Saya suka tipis bulan sabit. Senyum terbaik kedua setelah senyummu

Saya suka warna kuning. Selalu ingat suara kamu di telpon. “Sudah sikat gigi, sayang?”

Saya suka sweater hadiah nenekku. Sehangat lingkar lenganmu

Saya suka huruf O. Cincin kawin. Mana jari manismu?

Saya suka suara kendaraan dari kejauhan. Kau yang pulang?

Saya suka matahari sehabis hujan sore. Matamu mata haru

Saya suka melupakan banyak hal. Alasan menelpon kamu

Saya suka berada di kerumunan orang. Saya suka tiba-tiba tertangkap aroma parfum kamu

Saya suka masjid tanpa pengeras suara. Ada telingan di dadaku

Saya suka sendiri. Saya bisa berdua dengan kamu sepuasnya

Saya suka menangis. Saya bisa membuat hujan sendiri

Saya suka sepasang matamu separuh terpejam. Dari situ, sayang, saya masuk setiap malam

Saya suka rapuh tangkai kembang. Rindu, aduh, memijat tungkai kamu, sayang

Saya suka diam-diam berdoa. Kau tak mampu menolaknya

Saya suka celengan ibuku. Kalau sudah besar, saya mau melamarmu

Saya suka sumur. Seperti cintaku kepadamu: dalam dan tak bisa dipindahkan

*kutuliskan sajak Saya Suka ini, sebagai pelarianku yang tak mampu berterus terang kalau Saya Suka Kamu, wahai gadis yang kurindu.

kalau cinta jangan menyerah

hmm..lagi-lagi tentang cinta,,hehe

judul tersebut terinspirasi dari sebuah dialog di sinetron FTV tadi siang yang saya tonton. Ya, gak sengaja tadi siang begitu nyetel tv saya tebawa arus cerita di sinetron tersebut,hehe. Meskipun ceritanya masih gak jauh-jauh dari cinta, tapi lumayanlah bisa menghibur.. 🙂

Di sini saya bukan mau menceritakan cerita tersebut kembali. Namun ada satu hal yang bisa saya ambil yaitu sesuatu semangat/motivasi seperti yang tertulis di judul di atas, kalau cinta jangan menyerah.

jadi bagi siapapun disana,

kalau cinta jangan menyerah 🙂

untukmu…

kurebahkan badan yang letih ini

setelah berjuang di tengah dempetan orang-orang di kereta tadi

pikiranku langsung teringat pada waktu yang terasa singkat pada hari ini

rasanya tak cukup tuk mengobati rindu ini

tapi tidak bisa dipungkiri

senangnya rasa hati

bahagianya bertemu denganmu, melihat wajahmu kembali

wahai orang yang friendly dan baik hati

entah kapan ku bertemu denganmu lagi

ini training terakhir yang kuikuti di tahun akademik ini

mungkin dari sekarang dan nanti

akan terus kukirimkan rinduku ini

dan ku berharap akan sampai padamu, di hatimu, wahai orang yang menginspirasi

Bogor, 31 Juli 2010

arti seorang teman

puisi indah dari rendra

Seringkali aku berkata, ketika orang memuji milikku

bahwa sesungguhnya ini hanya titipan

bahwa mobilku hanya titipanNya

bahwa rumahku hanya titipanNya

bahwa hartaku hanya titipanNya

tetapi, mengapa aku tidak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan kepadaku?

untuk apa Dia menitipkan ini padaku?

dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milikNya ini?

adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?

mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh Nya?

ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,

kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka

kusebut dengan panggilan apa saja yang melukiskan bahwa itu adalah derita

ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku

aku ingin lebih banyak harta, lebih banyak mobil, lebih banyak rumah, lebih banyak popularitas

dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan

seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku

seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika

aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku

kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih

kuminta Dia membalas “perlakuan baikku” dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…

ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja…

WS Rendra