Funny Eskimo
Eskimo: “if I did not know about God and sin, would I go to hell?”
Priest: “No, not if you did not know”
Eskimo: “then why did you tell me?”
(quote by annie dillard)
stories of my extraordinary life
Eskimo: “if I did not know about God and sin, would I go to hell?”
Priest: “No, not if you did not know”
Eskimo: “then why did you tell me?”
(quote by annie dillard)
jadi mahasiswa kamari bedo
apolai awak nan bansaik pulo
kiriman dari kampuang acok ndak tibo
bareh lah abih samba tak ado
rokok sabatang diisok balimo
seo rumah talamek ibuk kos marabo
pai kuliah jo paruik kosong
naiak bis kota badan lah oyong
kok ado pitih lai dapek makan lontong
kok sadang bokek tapaso paruik karoncong
sadangkan kawan yang kayo rayo
pai kuliah nyo punyo oto
indak mamikia pitih balanjo
apo taragak nyo tau ado
nyo mintak ciek nan dapek limo
coitu bana sayang rang tuo
jikok di kampus bedo lagaknyo
duduak di kafe kareh suaro
mintak teh talua inyo minta teh boto
mintak nasi goreng mintak nasi soto
awak nan bansaik badan lah litak
pai kuliah basasak-sasak
naik bis kota tapaso tagak
tibo di kampus kaki lah bangkak
masuak ka lokal awak tangangak
caliak di muko pak dosen lah tagak
tampang nyo sadis kapalo colak
sunguik nyo taba co duri landak
coiko bana kehidupan kampus
bakawan diktat bakawan kamus
bagaluik jo teori bagaluik jo rumus
senat mahasiswa nan kadiurus
dosen kok sayang jalan lai mulus
kok dosen berang ujian tak lulus
malang basuo jo dosen killer
bantuaknyo sadis tampangnyo angker
matonyo merah co urang teler
acok ndak lulus ujian semester
tengganglah kami pak oi ibuk dosen
usahlah banci usah sentimen
sadangkan kami alah abih tenggen
latiah seminar langsuang tentamen
badan lah litak utak impoten
amuah den gilo amuah senewen
jadi mahasiswa sabana payah
lah abih pitih biaya kuliah
sampai rang gaek manjua sawah
asakan anak jadi sarjana
jikok di kampus awak basuo
jo cewek rancak hai nyo manih pulo
siang jo malam dimabuak cinto
hati den kanai kabaa juo
disinan hati mako taibo
awak tacinto anak rang kayo
cinto ditulak badan marano
hati den patah kuliah di DO
***
sajak dalam bahasa minang di atas adalah sebuah lirik lagu yang dipopulerkan oleh Nedi Gampo, seorang penyanyi komedian asal Sumatera Barat. Lagu ini bercerita tentang kehidupan (atau ratapan) seorang mahasiswa yang tinggal jauh dari orang tua. Lagu ini populer di Sumatera Barat sekitar akhir tahun 90-an sampai awal 2000-an. Dahulu lagu ini populer identik dengan sebuah lagu yang lucu dan jenaka.
Namun sekarang beberapa hal dalam lagu tersebut benar-benar saya alami sebagai seorang mahasiswa rantau yang jauh dari kampung halaman. Ya, memang tidaklah seperti yang dibayangkan sebelumnya ketika seseorang jauh dari keluarga untuk menuntut ilmu. Diperlukan ada perjuangan lebih untuk bisa sukses. Bahkan tidak sedikit juga mahasiswa yang akhirnya kurang beruntung ketika kuliah jauh dari kampung halaman.
Alhamdulillah, langkahku tinggal sedikit lagi untuk menyelesaikan kuliah ini. Meskipun halangannya tidak sekecil ketika tahun-tahun awal masa perkuliahan, tapi insyaAllah semuanya akan berbuah kebahagiaan…..
internet download manager (IDM) adalah sebuah program yang memudahkan user untuk mengunduh (download) file-file dari internet. Namun kebanyakan user tidak betah menggunakan IDM karena harus menginstall ulang kembali atau melakukan registrasi setelah masa Trial nya habis.
biar bisa saling berbagi, saya disini akan menjelaskan secara singkat cara menginstall dan register serial (patch/crack) IDM sehingga IDM anda bisa menjadi full version. karena cara ini saya dapat juga dari internet, dan saya cobakan ternyata berhasil, saat ini IDM saya sudah full version….
caranya adalah :
selamat, IDM anda sudah full version…
Cara pasang seperti ini:
kan semuanya berawal dari pertemanan…..
itulah kalimat yg terlontar dari seorang teman yang sok ngasih nasehat tantang hubungan percintaan
ya ya…setelah saya renungi, benar juga sih… hehe…banyak juga pasangan yang bahkan sampai ke pelaminan ternyata dahulunya adalah teman biasa, sekedar teman,nggak lebih,tidak ada “perasaan” satu sama lain….dan ternyata mereka malah jodoh…
itulah yg disebut dengan sahabat jadi cinta. sungguh indah rasanya, sampai2 dibikinin lagunya…hehe
tapi bagaimana dengan sebaliknya?
dua orang yang awalnya menjalin hubungan yang “serius”, ternyata ujung2nya malah menjadi “teman biasa”…?
sungguh menyakitkan!!! *curhat mode on
hal ini biasanya juga terjadi pada seseorang pria yang ngebet banget, menyukai seorang wanita, dan berharap bisa menjalin hubungan yang serius dengan wanita tersebut.
lalu ketika ditanyakan kepadanya tentang si wanita, dan dia menjawab :
“kayanya lebih baik gue ama dia berteman aja……”
hmmm….artinya: pertama, pria ini baru saja ditolak, atau kedua, dia belum sempat menyatakan cintanya, ternyata si wanita udah “disambet” pria lain…..
dan ini lebih menyakitkan, apalagi ternyata si wanita jadinya malah orang yg kita kenal, atau bahkan sahabat sendiri…..
So, make a friend is better than make a bomb,,lho!!
maksudnya, perluaslah pergaulan….bertemanlah dengan banyak orang….selalu tebarkan senyum yang tulus pada mereka…
sapa tau ntar ada yang jodoh….
*untuk semua teman2 gue yg pernah bahagia dan kecewa karena cinta…..
Assalamualaikum kawan…
berikut ini ada sebuah kiriman dari seorang sahabat, semoga kita menjadi lebih semangat dalam menjalani setiap episode kehiduapan yang diberikan-Nya dengan penuh cinta….
***
Kenapa aku diuji???
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan “kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta” (Al-Ankabut ayat 2-3)
kenapa aku tidak mendapatkan apa yang aku idam-idamkan?
“boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (Al-Baqarah ayat 216)
kenapa ujian seberat ini?
“Allah tidak membebani seseorang melainkan dengan kesanggupannya” (Al-Baqarah ayat 286)
rasa frustasi?
“janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman” (Ali Imran ayat 139)
bagaimana aku harus menghadapinya?
“hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiaga-siaga (diperbatasan negerimu) dan bertawakallah kepada Allah supaya kamu beruntung” (Ali Imran ayat 139)
“jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang yang khusyu’ (Al-Baqarah ayat 45)
apa yang aku dapat dari semua ini?
“sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka” (At-Taubah ayat 111)
kepada siapa aku berharap?
“cukuplah Allah bagiku, tidak ada ilah selain Dia, hanya kepadaNya aku bertawakal” (At-Taubah ayat 129)
aku tak dapat bertahan lagi!!!
“dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan orang yang kafir” (Yusuf ayat 87)
“apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa), sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu” (An-Nisa ayat 85)
***
untuk sahabat-sahabatku yang tak pernah lelah berjuang mencapai kebahagiaan hidup dunia akhirat…..
Ardhi Suryadhi-detikinet
Orlando – Sebagai sebuah produk smartphone, BlackBerry terbilang sukses menyihir para pengguna ponsel untuk beralih padanya. Apa sebenarnya kunci sukses produk besutan Research In Motion itu?
Menurut Mike McAndrews, Vice President Product Marketing RIM, kesuksesan perusahaan yang diperkuatnya tersebut dalam menjajakan BlackBerry tidak bisa ditentukan oleh satu hal saja.
Namun salah satu yang paling penting adalah terkait fokus perusahaan. Makudnya, bisnis RIM hanya fokus untuk bagaimana mengembangkan Blackberry. Mulai dari aplikasi, hardware, layanan, hingga model bisnis.
“Tidak seperti perusahaan lain, kami tidak memiliki diferensiasi produk, hanya bagaimana untuk mengembangkan BlackBerry,” tukasnya, dalam sesi interview terbatas di ajang World Enterprise Symposiom 2010, yang berlangsung di hotel Marriot World Center, Orlando, Florida, Amerika Serikat.
Jadi, lanjutnya, daya upaya yang dimiliki oleh perusahaan asal Kanada itu sepenuhnya akan dicurahkan untuk ‘anak’ semata wayangnya, BlackBerry.
Sementara menurut Jim Balsillie, Co-CEO RIM, kekuatan utama yang dimiliki BlackBerry adalah karena mampu menyediakan komunikasi, kolaborasi, efisiensi, integerasi, privasi, keamanan, dan biaya yang murah.
“Itulah yang diinginkan oleh banyak pengguna. Namun awalnya, kami memulai dengan bagaimana cara untuk menghubungkan orang-orang. Itulah fungsi dasar dari sebuah ponsel,” tukas Jim.
Geliat BBM di Indonesia
Jim pun mencontohkan fenomena penggunaan BlackBerry di Indonesia, dimana BlackBerry Messenger (BBM) menjadi alat pengatrol popularitas yang mujarab bagi mereka.
“Dari kejadian itu kita bisa melihat bahwa mobilitas telah mendapat ruang khusus di masyarakat. Memang sudah ada SMS dan email sebelumnya, tapi dengan BlackBerry pengguna menjadi lebih powerful untuk berkomunikasi dan mengakses internet,” kata Jim.
“Dan BBM telah mengakomodir hal komunikasi dan akses internet itu. Anda bisa chat, sharing foto, membuat akses internet yang pribadi, dan mendapat keamanan,” lanjutnya.
Pengguna BlackBerry sendiri saat ini telah menembus angka 41 juta. Dan target 100 juta pengguna pun sudah dipatok RIM untuk misi selanjutnya.
“Kami rasa setiap orang akan berpindah dari penggunaan ponsel tradisional menjadi pengguna ponsel pintar,” pungkas Jim.
Let’s change our old disempowering and boring words to the new empowering and exciting words….
Old ———————-> New
TEBING TAK TAMPAK, JURANG TAK TAMPAK
(Taufiq Ismail)
Untuk Anak-anak Muda Sineas,
Yang Ingin Bebas Tanpa Batas
Di tepi desa kami ada sebuah tebing yang curam
Menghadap ke jurang yang dalam
Di atas tebing itu ada tanah datar lumayan luasnya
Di sana anak-anak kecil bisa bermain-main leluasa
Berkejar-kejaran, melompat-lompat ke sini dan ke sana
Berteriak-teriak, menjerit-jerit dan tertawa-tawa
Karena penduduk desa cinta pada anak-anak mereka
Masih waras dan tak mau anak-anak celaka
Termasuk juga untuk orang-orang dewasa
Maka di tepi tebing dibikinkan pagar sudah lama
Terbuat dari kayu, tua, terbatas kekuatannya
Agar tidak ada yang kepleset terjatuh ke jurang sana
Tebing itu lima puluh meter tingginya
Batu-batu besar bertabur di dasarnya
Semak dan belukar di tepi-tepinya
Hewan buas dan ular penghuninya
Kalau orang terjatuh ke dalamnya
Akan patah, cedera, cacat dan gegar otaknya
Nah, pada suatu hari
Ada anak-anak ABG berdemonstrasi
Menuntut yang menurut mereka sesuatu yang asasi
Dengan nada yang melengking dan tinggi
Tangan teracung, terayun ke kanan dan ke kiri
Dalam paduan suara yang diusahakan harmoni
“Kami menolak pagar tebing, apa pun bentuknya
Kami menuntut kebebasan sebebas-bebasnya
Bermain, melompat-lompat ke sini dan ke sana
Berkejar-kejaran tak ada batasnya
“Apa itu pagar? Kenapa dibatas-batasi?
Tubuh kami ini hak kami
Kami menggunakannya semau hati sendiri
Apa itu pembatasan?
Konsep kuno, melawan kemerdekaan
Cabut itu pagar, semuanya robohkan!”
Demo berlangsung, hiruk-pikuklah terdengar suara
Heboh seantero kampung dan desa
Orang-orang bertanya, ini ada apa
Kok jadi tegang suasana
Barulah situasi jadi agak reda, karena
Ternyata yang berdemo itu, anak-anak rabun dan buta
“Saudara-saudara, ABG-ABG ini jangan dicerca
Mereka punya kelainan dalam instrumen mata
Banyak yang rabun, mungkin juga buta
Kena virus datang dari kota, luar desa kita
Konsep tebing dan jurang, tak masuk akal mereka
Tak tampak bahaya kedua-duanya
Beritahu mereka baik-baik, sabar-sabar senantiasa
Masih banyak urusan lain di desa kita.”
Catatan: puisi ini dibacakan oleh Bapak Taufiq Ismail sendiri di depan sidang uji materi UU Penistaan Agama di Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (24/3/2010).
“kulayangkan pandangku melalui kaca jendela
dari tempatku bersandar seiring laju kereta
membawaku melintasi tempat-tempat yang indah
membuat hidupku jadi penuh riuh dan berwarna
kulepaskan rinduku setelah aku kembali pulang…” –padi
Sepanjang Jogja-Jakarta, Tugu-Jatinegara…yang ada di kepala hanya mereka yang kurindu.
Yang wajah-wajahnya selalu kuingat. Yang tiap wajah punya ruang di dalam hatiku. Yang masing-masing wajah punya cerita bersamaku. Setiap wajah selalu punya sesuatu untuk dibagi bersamaku. Yang tiap wajah selalu kurindu. Merekalah yang kurindu.
Yang smsnya selalu kutunggu. Yang smsnya selalu mebuatku tersenyum. Yang isi smsnya terkdang membuatku tertawa hingga terjengkang. Yang smsnya selalu membuatku semakin merindukan mereka. Merekalah yang kurindu.
Yang suaranya selalu bergema di telingaku. Yang telponnya selalu kutunggu tiap malam. Yang tiap kali bicara denganku selalu meneduhkan hatiku yang bagai riam. Mereka itu yang kurindu.
Yang ketiadannya membuatku sepi, sepi yang mengiris hingga ke ulu hati. Yang rasa sepinya selalu membuatku menangis di tiap kali sujud. Yang dalam tiap kali tangis, nama merekalah yang terucap dan doa Robitoh kupanjatkan. Mereka semua yang kurindu.
Yang tiap kebaikannya selalu kukenang. Yang tiap amarahnya selalu menyadarkan. Yang doa mereka selalu mengiringku berjalan. Yang selalu ada maaf setiap kali aku salah. Mereka adalah orang-orang yang kurindu.
Yang selalu temaniku di tiap langkahku di jalan-jalan yang asing. Yang selalu meramaikan hidupku yang terkadang sendiri. Yang selalu bercerita tentang cinta. Yang selalu membuatku bahagia. Mereka itu yang kurindu.
Yang selalu ada di hati dan takkan pernah mati. Yang tiap kejadian bersama mereka akan selalu abadi. Yang tak pernah benci walau sudah kusakiti. Yang siap setiap saat tiap kali kumencari. Yang mengajariku tentang cinta yang hakiki. Mereka semua sangat kurindu.
Yang mendukungku tiap kali aku mulai lompatan besar. Yang menyokongku dengan doa, cinta dan kasih sayang. Yang menggandengku di masa-masa gelap, dan melepasku kala aku siap. Yang menangkapku tiap kali aku jatuh. Yang mengobatiku tiap kali aku sakit. Yang memelukku tiap kali aku menangis. Sungguh, mereka semua yang kurindu.
Yang menertawaiku tiap kali aku melakukan hal-hal bodoh. Yang bercanda bersamaku. Yang merasakan apa yang kurasa. Yang ikut menangis bila aku menangis, yang ikut bahagia tiap kali aku menang. Yang menjadi tempatku mengadu tiap kali aku kalah. Yang dengan seluruh tenaga akan mendorongku untuk kembali berjuang. Mereka-mereka itulah yang kurindu.
Yang seiring sejalan bersamaku. Yang setia menemaniku mengarungi hidup. Yang menegurku tiap aku silap. Yang banyak mengajariku hal-hal yang berguna. Yang selalu menegarkanku. Yang selalu menjagaku dari segala yang mungkin menyakitiku. Yang selalu melindungiku selama aku tumbuh. Yang membuatkanku benteng penuh cinta agar kudapat tumbuh dan hidup dengan nyaman dan aman. Mereka-merekalah yang kurindu.
Yang akan kuberikan terbaik dari yang kumiliki. Yang akan selalu kubagi apa yang kupunya. Yang seluruh cinta dan rasa sayangku kuberi untuk mereka. Yang ingin kulindungi dan selalu kujaga. Yang ingin selalu kubuat bahagia, tersenyum dan tertawa. Yang ingin selalu kuiringi. Yang akan kuhibur tiap takut mencekam. Aku merindukan mereka.
Di sepanjang rel ini aku tersenyum. Senyum penuh bahagia karena tahu sebentar lagi akan bertemu dengan orang-ornag yang kurindu, kusayang dan kucinta. Di tempatku tumbuh besar yang kusebut rumah. tempatku kembali pulang…-wa
@argolawu, ada ibu di jatinegara n_n.
I’m hum…